jatiluwih

jatiluwih

This is default featured post 1 title

Belajar untuk memahami budaya dari sudut pandang yang berbeda aku dia kita dan mereka adalah sama sama sama mahluk ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

This is default featured post 2 title

Belajar untuk memahami budaya dari sudut pandang yang berbeda aku dia kita dan mereka adalah sama sama sama mahluk ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

This is default featured post 3 title

Belajar untuk memahami budaya dari sudut pandang yang berbeda aku dia kita dan mereka adalah sama sama sama mahluk ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

This is default featured post 4 title

Belajar untuk memahami budaya dari sudut pandang yang berbeda aku dia kita dan mereka adalah sama sama sama mahluk ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

This is default featured post 5 title

GBelajar untuk memahami budaya dari sudut pandang yang berbeda aku dia kita dan mereka adalah sama sama sama mahluk ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Rabu, 27 Juli 2011

Kamen Rider X

Kamen Rider X


Kamen Rider X
Ksatria Baja X atau dalam judul versi Jepang aslinya Kamen Rider X (仮面ライダーX Kamen Raidā Ekkusu?) adalah program acara serial televisi karangan Shotaro Ishinomori yang dibuat oleh Toei. Kamen Rider X adalah serial Kamen Rider yang ke-3 dari serangkaian serial Kamen Rider. Serial yang terdiri dari 35 episode ini merupakan hasil produksi bersama Mainichi Broadcasting System / NET, dan disiarkan di Jepang mulai tanggal 16 Februari 1974 sampai dengan tanggal 12 Oktober tahun sama. 
Kamen Rider X adalah kamen rider kelima. Ia adalah Jin Keisuke, seorang ilmuan. Suatu ketika ia dan ayahnya terluka parah karena diserang oleh organisasi teroris The Government Of Darkness. Demi menyelamatkan anaknya yang sekarat, ayah Jin yang juga seorang ilmuan merubah Jin menjadi Cyborg. Akhirnya ayah Jin harus mati akibat luka yang dideritanya. Sejak saat itu, Kamen Rider X bertarung melawan Government Of Darkness. Motor Kamen Rider X adalah Cruiser, motor ini memiliki kelebihan untuk menyelam di bawah air.
Kamen Rider X juga awalnya perubahannya tidak mengucapkan Henshin, melainkan Set Up, baru setelah mengalami upgrade dia mengucapkan Dai Henshin untuk berubah. Motor Kamen Rider X adalah Cruiser, motor ini memiliki kelebihan untuk menyelam di bawah air. 

Kamen Rider V3

Kamen Rider V3

Kamen Rider V3 (仮面ライダーV3 Kamen Raidā Buisurī?): serial kedua dan sekuel di Kamen Rider dalam franchise, ditayangkan mulai tahun 1973 sampai dengan tahun 1974.
Nama pemeran: Shiro Kazami (diperankan oleh Hiroshi Miyauchi), Joji Yuki (diperankan oleh Takehisa Yamaguchi)
Jumlah episode: 52
Masa tayang: 17 Februari 1973-9 Februari 1974

Kamen Rider V3 secara tidak langsung merupakan sekuel dari serial Kamen Rider. dimana istilah V3 berasal dari Version 3 dan memiliki kekuatan gabungan dari Double Rider.

Story :
Kazami Shiro secara tidak sengaja menyaksikan pembunuhan yang didalangi oleh organisasi terosis baru bernama Destron. Destron merupakan organisasi yang dibentuk oleh anggota Shocker dan GelShocker yang tersisa. untuk melenyapkan saksi mata, maka Destron mengirim Scissors Jaguar untuk membunuh seluruh anggota keluarga Kazami. merupakan satu satunya survivor dari kejadian itu. Kazami meminta kepada Double Rider untuk merubahnya menjadi Cyborg seperti mereka, dan pada awalnya ditolak oleh Double Rider karena mereka tidak menginginkan Kazami bernasib sama seperti mereka. Tetapi setelah Kazami terluka parah karena menolong Double Rider, maka akhirnya Double Rider memutuskan untuk mengoperasi Kazami menjadi cyborg dengan memadukan kekuatan 2 henshin belt. dan ketika proses operasi berlangsung Monster Destron kembali menyerang mereka, dan Double Rider cukup kewalahan menghadapi Turtle Bazooka, sebelum akhirnya Kazami membantu mereka dengan bentuk Kamen Rider V3.
di serial ini, Double Rider sempat diceritakan tewas karena bertempur dengan Turtle Bazooka oleh ledakan bomnya, sebelum akhirnya di akhir seri mereka diceritakan selamat.

Riderman muncul dipertengahan serial Kamen Rider V3. Joji Yuki merupakan Top scientist dari Destron, yang awal mulanya dia diadopsi oleh Great Leadernya Destron. awalnya Joji Yuki sangat memihak Destron, sampai akhirnya salah satu Jenderal Destron Marshal Armor memfitnahnya, sehingga dia disiksa dan dibuang ke dalam Acid Pool. dan menyebabkan dia kehilangan tangan kanannya. pada awal perubahannya Riderman mengangap musuhnya adalah Marshal Armor bukan Destron, sehingga dia hanya beraksi ketika Marshal Armor turun tangan. sampai akhirnya V3 membuka matanya dan memperlihatkan kejahatan Destron kepada Riderman, sehingga mereka menjadi bekerja sama untuk menghancurkan Destron.
pada akhir seri Riderman juga sempat diceritakan mati oleh ledakan rocket pluton, dan karena perbuatannya itu Riderman diangkat sebagai Kamen Rider ke 4.

di manga Kamen Rider Spirits dia diceritakan selamat, dengan kehilangan ingatannya. Riderman juga Kamen Rider pertama yang berubah tidak menggunakan sabuk tetapi menggunakan Helm.

link: 
http://www.gamexeon.com/forum/tokusatsu/71309-kamen-rider-history.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Serial_Kamen_Rider
 

Kamen Rider

  • Kamen Rider (仮面ライダー Kamen Raidā?): serial pertama dalam francais, ditayangkan mulai tahun 1971 sampai dengan tahun 1973.

Nama pemeran: Takeshi Hongo (diperankan oleh Hiroshi Fujioka), Hayato Ichimonji (diperankan oleh Takeshi Sasaki)
Jumlah episode: 98
Masa tayang: 3 April 1971-10 Februari 1973
Kamen Rider merupakan seri pertama dan awal mula dari seluruh serial Kamen Rider secara keseluruhan. dan merupakan Kamen Rider pertama di era Showa. bahkan seringkali disebut sebagai Leadernya seluruh Rider. The Story : Takeshi Hongo, merupakan pemuda yang hobby akan balapan motor. pada saat sedang berlatih untuk mengikuti kejuaraan. dia dijebak oleh organisasi Shocker dan diculik untuk dirubah menjadi Cyborg. Ketika proses terakhir dari operasinya akan dilakukan dia berhasil meloloskan diri dengan bantuan dari professor Midorikawa salah satu gurunya yang bekerja untuk Shocker. dan berbalik melawan Organisasi ini. awalnya perubahan Kamen Rider Ichigo ini menggunakan konsep angin sebagai perubahnya, yaitu dengan cara mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan Angin akhirnya menggerakkan turbin di sabuknya untuk berubah. Hanya pada episode ke 13 dari serial ini, Pemeran utama dari Takeshi Hongo mengalami kecelakaan, dan menyebabkan kakinya patah tulang, sehingga akhirnya diciptakan Kamen Rider Nigo untuk menggantikan perannya. diceritakan dalam filmnya bahwa organisasi Shocker menciptakan Rider tandingan untuk menghadapi Kamen Rider Ichigo. dan sebelum proses cuci otaknya berhasil Tachibana Tobei kembali menolong Hayato Ichimonji untuk meloloskan diri dan berbalik melawan Shocker bersama sama dengan Kamen Rider Ichigo, sehingga mereka memperoles sebutan Double Rider. mulai dari sinilah diperkenalkan Rider Pose buat Henshin yang sangat fenomenal itu Kamen Rider ini merupakan serial terpanjang. dalam sejarah Kamen Rider yaitu sebanyak 98 episode. dimana dalam episode 1-13 dibintangi oleh Kamen Rider ichigo, dan dari episode 13 - 49 oleh Kamen Rider Nigo. lali di episode 53 sampe 98 mereka bertarung berdua sebagai Double Rider. dalam cerita filmnya Kamen Rider Ichigo ketika absen dikisahkan pergi ke south america untuk bertarung melawan shocker disana. dan ketika kembali kamen rider nigo lah yang pergi untuk menghancurkan shocker di tempat lain.
 link : http://www.gamexeon.com/forum/tokusatsu/71309-kamen-rider-history.html

Kamen Rider History

Serial Kamen Rider atau dalam bahasa Jepang aslinya Kamen Rider Series (仮面ライダーシリーズ Kamen Raidā Shirīzu?, terjemahan resmi: Masked Rider Series)--sempat diterjemahkan menjadi "Ksatria Baja" ketika ditayangkan di Indonesia--adalah judul kolektif untuk semua serial tokusatsu produksi Toei dan Ishinomori Productions yang menampilkan berbagai jenis Henshin dan Seni bela diri. Pertama kali mengudara di stasiun televisi Jepang pada tahun 1971, serial Kamen Rider merupakan salah satu tokutsasu yang paling dikenal selain Serial Super Sentai dan Serial Metal Hero.

Kamen Rider awalnya diciptakan oleh seorang mangaka bernama Shotaro Ishinomori (1938 - 1998) yang juga creator dari Kikaider, Roboto Keiji, Inazuman, Cyborg 009, Skull Man.

Pada awalnya serial Kamen Rider ini merupakan adaptasi dari Skull Man, sebelum pada akhirnya desainnya dirubah ulang menjadi bentuk belalang oleh Ishinomori Shotaru, dan desain belalang itu dipilih oleh anaknya sendiri.
  Pada tahun 1971, serial Kamen Rider dimulai dengan kemunculan Kamen Rider Ichigo/Nigo, yang menjadi pionir dari serial Kamen Rider ini di era Showa. sampai akhirnya menjadi Franchise dan melahirkan berbagai macam serial Kamen Rider lainnya.

List Kamen Rider era Showa (TV series) :
1. Kamen Rider (Kamen Rider Ichigo & Nigo)
2. Kamen Rider V3 (plus Rider Man)
3. Kamen Rider X
4. Kamen Rider Amazon
5. Kamen Rider Stronger
6. Kamen Rider (Skyrider)
7. Kamen Rider Super-1
8. Kamen Rider ZX (TV special)
9. Kamen Rider Black
10. Kamen Rider Black RX

Setelah serial Kamen Rider Black RX, serial ini sempat vakum dan hanya keluar dalam bentuk movie
1. Shin Kamen Rider
2. Kamen Rider ZO
3. Kamen Rider J

dan setelah vakum beberapa tahun, pada tahun 1997 shotaro membuat kamen rider rebirth project. yang pada awalnya direncanakan akan tayang untuk acara 30 tahun kamen rider sebagai pembangkit serial ini, tetapi shotaro meninggal pada tahun 1998 dan tidak bisa menyaksikan acaranya ditayangkan. baru pada tahun 1999, serial ini ditayangkan dengan judul Kamen Rider Kuuga dan merupakan Kamen Rider pertama di era Heisei.

List Kamen Rider era Heisei (TV series):
1. Kamen Rider Kuuga
2. Kamen Rider Agito
3. Kamen Rider Ryuki
4. Kamen Rider 555 (Faiz)
5. Kamen Rider Blade
6. Kamen Rider Hibiki
7. Kamen Rider Kabuto
8. Kamen Rider Kiva
9. Kamen Rider Decade
10. Kamen Rider W (Double)
11. Kamen Rider OOO (Ozu) - tayang 5 september 2010.

dari berbagai sumber

Minggu, 24 Juli 2011

Perkenalan Awal dengan Gus Teja

Sebenarnya saya sudah sejak lama ingin menulis tentang musisi Bali ini. Bermula ketika saya secara tidak sengaja menemukan lagu ini di salah satu warnet dikota denpasar beberapa bulan yang lalu. Folder dengan judul gus teja yang berisi 7 buah lagu (bajakan)kemudian saya kopi ke flash disk saya. Saya perdengarkan sebentar, Lumayan, tapi siapa ini?
Semakin banyak pertanyaan yang bergelayut semakin saya mendengarkan lagu-lagunya, ritmis, mistis dan melankolis.
Siapa sebenarnya orang ini??? tidak banyak info yang saya peroleh dari internet sampai kemudian teman sekantor saya di BPSNT memberi tahu bahwa Gus Teja atau Agus Teja adalah lulusan ISI Denpasar. Dikatakannya bahwa Gus Teja bukanlah seorang siswa yang menonjol dikampus, bahkan kakaknyalah yang lebih dikenal dikampus ISI ketika itu.
Gus Teja, berdasarkan info yang saya peroleh adalah seorang pemuda Hindu Bali kelahiran Junjungan Ubud tahun 1982. Dia merupakan anak terkecil dari 4 bersaudara, dimana kemudian  setamat SMA menimba ilmu di ISI denpasar dari tahun 2000-2004. 
Karier bermusiknya bisa dikatakan mulai tercium pada tahun 2003, dan ditahun 2009 Gus Teja mendirikan Gus Teja World Music. Peluncuran album perdananya dilakukan tahun 2010 dengan judul Rhythm of Paradise, dimana saat ini album ini menjadi banyak incaran pecinta musik instrumental. 
Musik-musik instrumental Gus Teja, sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadinya sebagai seorang Hindu dan pemuda Bali. Misalnya saja lagu Putri Cening Ayu yang juga adalah salah satu lagu favorit saya dari Gus Teja. Lagu lama yang dikemas secara "cantik" membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan mengingat masa kecilnya ketika menyanyikan lagu ini. Ritmis.
Gus Teja adalah Gus Teja,seperti halnya Balawan diharapkan bisa membawa pesan Bali dalam setiap permainan musiknya
berikut ini adalah beberapa link yang bisa menghubungkan kita dengan Gus Teja
http://www.facebook.com/pages/Gus-Teja-world-music/268366302583#!/pages/Gus-Teja-world-music/268366302583?sk=info
http://worldmusiccentral.org/artists/artist_page.php?id=8287

Senin, 20 Juni 2011

Dampak Gender Terhadap Peran Laki-Laki

Masalah gender adalah masalah yang sangat krusial yang ada sejak manusia itu mulai berfikir tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Akan tetapi ketika kita membicarakan gender, hal yang selalu terpikirkan adalah permasalahan kesetaraan gender dan diskriminasi terhadap perempuan. Hal ini dikarenakan konstruksi sosial yang berkembang di masyarakat bahwa peran perempuanlah yang patut untuk dibela, karena perempuan selalu berada disektor domestik (rumah tangga), sedangkan laki-laki sudah nyaman berada disektor publik, dikotomi peran yang demikian itu pada gilirannya akan memunculkan budaya patriarkhi.
Berdasarkan pada konstruksi sosial yang demikian, maka fokus penelitian gender selama ini, selalu saja berfokus pada diskriminasi perempuan, marginalisasi perempuan, budaya patriarkhi, maupun hegemoni laki-laki terhadap perempuan.
Akan tetapi jika ingin melihat persoalan gender secara lebih berimbang, tentu saja, kita perlu mengkaji apa sesungguhnya yang ada di "kepala" laki-laki tentang soal yang klasik ini. Dengan perkataan lain semestinya diperlukan perhatian yang lebih serius tentang isu-isu gender pada laki-laki, bukan hanya mendekati dari sisi perempuan.
Melihat definisi gender sendiri bahwa sesungguhnya gender adalah suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksikan secara sosial maupun budaya, misalnya adanya anggapan bahwa wanita mempunyai sifat lemah lembut, emosional dan keibuan, sedangkan pria bersifat kuat, rasional, jantan, dan perkasa (Fakih,1996). Menurut Fakih, konsep gender berbeda dengan kata seks (jenis kelamin), karena seks adalah pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis yang melekat pada jenis kelamin tertentu.
Perbedaan gender antara manusia dengan jenis kelamin pria dan wanita terjadi melalui proses yang panjang yaitu proses pembentukan perbedaan-perbedaan gender dengan banyak hal yang diantaranya dibentuk, disosialisasikan, diperkuat bahkan dikonstruksikan sesuai dengan segi sosial dan budaya melalui ajaran keagamaan maupun hukum negara. Melalui proses yang panjang tersebut, akhirnya sosialisasi gender dianggap sebagai ketentuan Tuhan yang bersifat biologis dan tidak dapat diganggu gugat ataupun dipertukarkan lagi. Perbedaan gender kemudian dipahami dan dianggap sebagai kodrat pria dan kodrat wanita (Fakih, 1996:8-9)
Pengertian tentang gender juga dapat diartikan sebagai seperangkat peran yang dimainkan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa seseorang itu adalah feminin atau maskulin. Penampilan, sikap, sifat, tanggung jawab dalam keluarga dan sebagainya adalah perilaku-perilaku yang akan membentuk peranan gender. Peranan gender ini akan terus berubah seiring berjalannya waktu dan mengalami perkembangan yang berbeda di dalam satu budaya dengan budaya yang lain. Peran ini juga dapat disebabkan oleh adanya kesenjangan sosial dalam masyarakat, perbedaan usia, dan latar belakang suku budaya.
Peranan itu sendiri (role) menurut Gross, Mason dan McEachern bisa diartikan sebagai seperangkat harapan-harapan yang dikenakan pada individu yang menempati kedudukan sosial tertentu. Harapan-harapan tersebut merupakan imbangan dari norma-norma sosial dan oleh karena itu dapat dikatakan bahwa peran itu ditentukan oleh norma-norma di dalam masyarakat. Maksudnya orang yang diberi peran itu diharapkan melakukan hal-hal yang diharapkan oleh masyarakat di dalam pekerjaan, dalam keluarga dan dalam peranan-peranan yang lain (dalam Berry, 2003:105-106).
Peranan laki-laki dalam konstruksi sosial masyarakat tidak bisa dilepaskan dari sebuah status yang melekat dalam diri laki-laki tersebut. Status sendiri diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Peranan laki-laki, sesuai dengan konstruksi gender yang berlaku di masyarakat merupakan sebuah status yang diberikan oleh masyarakat atau assigned-status. Hal ini terjadi karena masyarakat, sebagai pemberi peran mengharapkan laki-laki sebagai seseorang yang mampu mengayomi keluarga, pemberi nafkah, dan sebagai pemimpin. Sebaliknya terjadi pada perempuan, yang diharapkan masyarakat sebagai seorang pengasuh anak, ibu rumah tangga dan pelayan suami yang baik.
Perspektif gender yang demikian menjadikan seorang laki-laki harus menjadi seorang yang kuat, pemimpin keluarga, mapan, maskulin, yang tanpa disadari perspektif gender tersebut merupakan sebuah diskriminasi terhadap laki-laki. Peran gender bagi pria kemudian dilihat bukan sebagai pembawaan biologis tetapi sebagai bangunan sosial yang tercipta dari harapan dari kekuatan sosial seperti orangtua, para guru, rekan sejawat dan media tentang apa yang membentuk kemaskulinan {(Pleck, 1995) Mahalik 1998}. Karena pengalaman sosialisasi pria diteorikan untuk menciptakan perasaan negatif seperti kegelisahan dan rasa malu adalah hal yang bersifat feminis, perkembangan peran pria tradisional atau konflik peran gender pria {(O’Neil, Helms, Gable, David, & Wrightsman, 1986) Mahalik 1998}. Melihat sosialisasi sisi emosional pria dari kerangka paradigma peran gender, banyak remaja pria yang merasa perlu memblokir perasaan mereka dan membatasi ekspresi kerentanan serta rasa perduli mereka {(Levant) Mahalik 1998}.Oleh sebab itu, pria menghadapi beberapa aspek dirinya yang dia anggap feminin dengan konflik dan kegelisahan yang tinggi karena dia percaya hal tersebut mengancam sisi kelelakiannya" (Mahalik, Cournoyer, Defranc, Cherry, and Napolitano 1998).
Hasil dari rasa takut akan sisi feminin ini, para pria dipercaya terlampau mematuhi peran pria tradisional sebagai strategi untuk menghindar dari feminitas tadi {(Pleck, 1995) Mahalik1998}. Pria diajarkan untuk menggunakan peran mereka yang ditetapkan oleh masyarakat sebagai pertahanan psikologis. Ketika seorang pria dikonfrontasikan dengan sebuah situasi, daripada terlibat dengan masalah tersebut, mereka cenderung berbalik ke stereotip peran gender maskulin. Pria menyimpan emosi mereka dalam-dalam dan walaupun tidak dengan segera mempengaruhi kesehatan, dalam jangka panjang bisa membuat pria menderita. Hal ini memberi dampak kepada para pria di semua tingkat sosial, ekonomi, ras dan budaya. Sosialisasi yang salah akan peran pria adalah topik yang menarik untuk diteliti dan dipelajari karena ini memberi dampak kepada seluruh populasi pria dan ini akan membantu masyarakat sebagai satu kesatuan menyelesaikan masalah gender. Satu cara untuk mulai merubah sosialisasi pria ini adalah menyadarkan masyarakat akan efek psikologis dari 'konflik peran gender'.

2.2 Perubahan status dan peran laki-laki
Wacana gender yang sudah cukup lama terdengar telah membuat peran laki-laki dan perempuan dalam tatanan sosial menjadi sedikit berbeda. Perempuan yang sebelumnya hanya berkutat di ranah peran domestik (pekerjaan rumah tangga) kini juga memasuki pekerjaan di ranah publik (bekerja di luar rumah). Dalam hal ini perempuan mulai dapat menghidupi keluarga, menghasilkan uang untuk menghidupi keluarga. Meski masih dianggap sebagai the second salary (pendapatan tambahan bukan sebagai pencari nafkah utama) sesungguhnya bukan hal yang susah untuk menemukan perempuan berpenghasilan lebih tinggi daripada suaminya. Sedangkan dari pihak laki-laki tetap identik dengan pekerjaan pokoknya yaitu di ranah publik, bekerja di luar rumah. Perempuan meskipun sudah bekerja menghasilkan pendapatan, namun masih juga diberi tanggungjawab untuk mengurus rumah tangga.
Dengan bermunculannya gerakan-gerakan serta kajian-kajian wanita, memberikan kesempatan bagi wanita untuk bisa tampil di dunia yang secara tradisional dianggap dunia pria. Berubahnya peran-peran wanita ini, seharusnya membawa konsekwensi berubah pula peran-peran pria, sekaligus tatanan sosial yang ada (Nauly, 2002: 2). Perempuan yang notabene dikatakan lebih lemah daripada kaum laki-laki nyatanya sudah bisa membagi dirinya antara bekerja di luar rumah dan mengurus rumah tangga (anak dan suami). Seharusnya jika dilihat dari sisi keadilan, seorang laki-laki atau suami dalam hal ini juga harus bisa membagi waktunya untuk mengurus rumah tangga. Kenyataan yang ada saat ini masih banyak istri-istri yang dibebankan dengan dua tugas tadi. Setelah pulang kerja mereka masih harus mengurus anak, mengerjakan tugas-tugas rumah tangga dan melayani suami. Seharusnya suami bisa membantu dengan juga ikut berperan dalam mengurus anak dan mengerjakan tugas rumag tangga karena sudah tidak ada lagi pemisahan antara tugas laki-laki dan perempuan. Keduanya harus saling membantu satu sama lain. Beberapa laki-laki yang telah menyadari tentang peran gender biasanya dikalahkan dengan rasa khawatir atau malu jika dia melakukan pekerjaan yang identik dengan perempuan, maka akan dikatakan banci atau yang sekarang sering disebut dengan ISTI (ikatan suami takut istri). Memang sangat susah untuk mengubah pandangan masyarakat yang telah berkembang sekian lama dan bahkan didukung oleh adat budaya, norma serta dalil-dalil agama. Di sinilah peran budaya sangat diperlukan untuk mengubah paradigma yang telah berkembang di masyarakat selama ini. Menurut Frieze (1978), peran budaya pada perkembangan peran gender, dimulai dengan peran yang mendikte pengkategorisasian dan penggeneralisasian dalam proses kognitif seorang anak. Selanjutnya melalui berbagai alternatif, model budaya juga menyediakan suatu daya dorong dalam perubahan skemata kognitif seseorang.
Budaya yang dikenal seorang anak dari kecil hingga dewasa juga akan sangat mempengaruhi perkembangan mental dan psikis seorang anak. Misalnya seorang anak yang di dalam keluarganya telah terjadi pengkategorisasian peran atau pekerjaan antara ayah dan ibunya, dimana si anak selalu dimandikan atau disuapi makan oleh ibunya, sementara sang ayah hanya minum kopi dan membaca koran di luar jam kerja. Hal-hal seperti inilah yang membuat si anak seolah-olah telah terdoktrinasi sejak kecil mengenai perbedaan yang signifikan antara peran laki-laki dan perempuan yang tercermin dari perilaku kedua orang tuanya. Lingkungan asuh yang seperti inilah yang perlu dirubah agar anak dapat mengerti dan tidak membeda-bedakan peran laki-laki dan perempuan. Orang tua harus saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga termasuk juga mengasuh anak karena seorang wanita sekarang tidak hanya bisa menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, tetapi wanita juga mampu mencari nafkah untuk keluarga. Disinilah definisi ayah sebagai orang tua perlu lebih ditekankan. Menurut Nauly (2002 :11)
Peranan ayah sebagai pengasuh yang aktif merupakan hal yang penting untuk mendefenisikan kembali norma-norma maskulin. Dengan semakin banyaknya wanita yang memasuki dunia kerja (termasuk di Indonesia), wanita telah diasumsikan dengan peran pencari nafkah. Sehingga banyak dari karakteristik-karakteristik, yang tadinya secara eksklusif dikaitkan dengan pria seperti ambisi, asertif, dan kompeten di dunia publik, kini dalam proses yang diterima sebagai bagian dari peran gender feminin. Bila kedekatan emosi, pengasuh, ditempatkan sebagai bagian penting dari pendefenisian kembali maskulin, maka gambaran peran gender pria dan wanita menjadi tumpang tindih. Sosialisasi peran gender dalam hal ini ditransformasikan dari suatu proses yang restrictive (penuh tekanan) dan ketegangan menjadi lebih fleksibel dan lebih mengembangkan diri pria dan wanita.

Sosialisasi anak laki-laki pun harus dirubah. Dia tidak lagi bisa lepas begitu saja dari tugas rumah tangga. Anak laki-laki tidak lagi identik dengan geng, kelompok-kelompok remaja yang identik dengan kekerasan. Aktivitas-aktivitas dengan tema kepedulian dan pengasuhan bisa dimunculkan, sehingga dapat ditransformasikan bahwa peduli dan pengasuh adalah bagian dari untuk menjadi 'pria sebenarnya'. Anak laki-laki tidak seharusnya dibebaskan dari tugas rumah tangga berbeda dengan saudara perempuannya. Tidak ada lagi pertanyaan anak perempuan kepada ibunya “Mengapa kakak (laki-laki) boleh bangun siang sedangkan aku tidak?” dijawab dengan “Iya, kakakmu kan laki-laki”.
Sebagai salah satu unsur dalam budaya, pendidikan juga perlu dikaji ulang, misalnya terhadap buku-buku pelajaran sebab di ranah ini pun anak-anak sudah di arahkan ke pembedaan peran laki-laki dan perempuan. Cerita-cerita yang termuat dalam buku pelajaran anak SD banyak yang mengandung isu-isu gender. Misalnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia dimana sering kita jumpai kalimat: “Ibu memasak di dapur” atau “Ayah bekerja di kantor”. Bahkan saat ini dimana isu kesetaraan gender sering digembar-gemborkan, belum juga pernah ditemui kalimat yang bermuatan kesetaraan gender misalnya “Ibu berangkat ke kantor” atau “Ayah mencuci piring”.

Rabu, 15 Juni 2011

Wayang Wong di desa Tunjuk, Sebuah Seni Teater yang Sakral

Wayang Wong merupakan salah satu jenis kesenian teater tradisional yang dahulu populer dimata masyarakat. Akan tetapi karena Wayang Wong hanya dipentaskan sebagai pengiring suatu upacara di Pura atau diluar Pura, menyebabkan pementasan Wayang Wong sangat langka. Hal ini ditambah lagi dengan keberadaan Wayang Wong yang hanya terdapat di beberapa di desa di Bali, tentunya berbeda dengan wayang kulit yang terdapat di hampir seluruh desa di Bali.
Ada dua jenis Wayang Wong yang ada di Bali. Wayang Wong Parwa dan Wayang Wong Ramayana. Wayang Wong Parwa didasarkan atas cerita Mahabharata, dan Wayang Wong Ramayana didasarakan atas cerita Ramayana. Akan tetapi Wayang Wong Parwa tidak mempergunakan topeng pada saat pementasannya (kecuali punakawan) karena itulah Wayang Wong Parwa lebih dikenal dengan sebutan Parwa, dan Wayang Wong Ramayana disebut dengan istilah Wayang Wong.
Salah satu daerah persebaran Wayang Wong adalah di desa Tunjuk. Desa Tunjuk adalah sebuah desa agrikultur yang terletak di kecamatan Marga, kabupaten Tabanan..
Sebagian besar masyarakat desa Tunjuk merupakan keturunan dari Pasek Bendesa Mas. Pasek Bendesa Mas berwangsa jaba yang merupakan salah satu wangsa dari 4 wangsa yang ada di Bali. Mereka berasal dari Gelgel di Klungkung. Mereka adalah salah satu keluarga Pasek asli Jawa yang mengikuti raja Gelgel di abad 17.
Awal kehadiran Wayang wong di desa Tunjuk dimulai pada saat perbaikan Pura Puncak Waringin di Gunung Batukaru. Keluarga Pasek Bendesa Mas diperintahkan oleh raja Tabanan untuk memimpin perbaikan pura tersebut. Pada saat perbaikan pura tersebut, salah seorang tetua meminta izin kepada pendeta yang ada disana untuk menebang pohon yang ada pada areal pura tersebut. Kayu itu dipergunakan untuk membuat tapel Wayang Wong (karakter Twalen).
Beberapa tahun kemudian beberapa topeng lainnya juga dibuat sebagai pendukung untuk pertunjukkan Ramayana, dan pada saat itulah lahir perkumpulan Wayang Wong di desa Tunjuk.
Selama beberapa generasi Wayang Wong dijadikan sebagai sebuah seni yang mampu menghibur masyarakat yang terdapat didesa Tunjuk, maupun diluar desa, walaupun Wayang Wong di desa bersifat sacral, hanya dipertunjukkan tiap Hari Buda Kliwon Menail dan pada tiap Odalan di Pura Desa Tunjuk. Wayang Wong di desa ini yang terutama ialah sebagai penunjang upacara keagamaan di pura-pura dan sebagai penunjang upacara Manusa Yadnya (pembayar kaul).

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More